PENGOBATAN ALTERNATIF AL IZHAR

Posted by ade nugraha on 10:14:00 PM 0 comments

Waktu itu dikarenakan hari sudah akan menjelang malam, saya pun bergegas untuk pamit pulang kepada teman saya yang tinggal di daerah Serua Pamulang, tepat alamatnya saya ga tau. Jam sudah menunjukkan pukul 05.45 WIB. Dengan sepeda motor kesayangan saya, ditengah jalan azan berkumandang, saya pun mencari mesjid pinggiran jalan, maka ketemu lah sebuah mushola kecil yang bernama Mushola Al-Izhar.





Sepeda motor saya perlahan parkir disamping mushola, di parkiran sekitar 50 meter persegi. di sebrang parkiran ada sebuah warung kecil dan di tengah antara mushola dan warung itu ada sebuah bangunan yang menyatu ke warung seperti ruang tunggu lesehan dan pintu kaca.

Setelah selesai solat berjamaah, saya keluar mushola dan sudah banyak orang orang yang sepertinya sedang menunggu. Seiring waktu berjalan, satu persatu dengan sepeda motor maupun mobil datang dan berjalan ke sebuah warung kecil itu. Saya pun penasaran dan menanyakan kepada salah seorang pengunjung disana, ternyata mereka pergi ke warung itu untuk mengambil nomor antrian Pengobatan Alternatif bapak Ustad Damiri. Saya hitung ada sekitar belasan orang yang berkunjung kesini. Dan melihat salah seorang dari mereka memegang nomer antrian 38.


Saya pun penasaran untuk mendekati warung kecil itu. Ada seorang wanita paruh baya yang sedang asik nonton tv tabung berwarna dan saya pun menyapanya dan menanyakan perihal tempat ini. Ternyata sedari sore tadi sekitar pukul 4 para pengunjung sudah antri dan mendapatkan nomer antrian. Ustad Damiri mereka menyebutnya, mulai melayani para pasien sekitar pukul 5 sore. 

Saya pun semakin penasaran dan heran, tempat pengobatan alternatif tanpa papan plang, tanpa muncul di iklan tv, dan tak dikenal ini bisa banyak pasien yang datang hingga nomer antrian 38, atau mungkin lebih. Di warung itu pun ada seorang wanita muda dan langsung saya tanya aja siapakah ustad Damiri itu. Lalu beliau pun menjelaskan bahwa rata rata pasien yang datang kesini adalah pasien yang sudah datang berkali kali ke pengobatan alternatif akan tetapi sakitnya tak kunjung sembuh juga. Yang apabila kejodohan pasien pasien itu tau dari berita mulut ke mulut saja bahwa disini banyak yang cocok dengan terapi pengobatan bapak Ustad Damiri tersebut.

Jam pun sudah menunjukan Pukul 19.00 Wib dan azan isya pun berkumandang. Saya pun kembali ke mushola Al Izhar itu untuk sembahyang Isya. 

Bapak yang tadi berada disamping saya ketika solat isya itu dia duduk di samping warung dengan secangkir kopi dan sebatang rokok. saya pun menghampirinya dan menanyakan keberadaannya disini. beliau datang bersama istrinya dan anaknya. Konon katanya istri dan anaknya terkena santet yang ditujukan kepadanya. Beliau berasal dari Priuk. Istrinya sudah satu minggu ini sudah sembuh , sekarang beliau mengantarkan anaknya yang belum sembuh untuk di terapi. 

Ditengah obrolan datang seorang ibu-ibu menghampiri kami berdua, beliau langsung bercerita bahwa ia mengalami sakit kulit gatal gatal setelah digigit oleh seekor ulat jambu yang berwarna abu abu dan kuning. Awalnya beliau mengantarkan cucunya sekolah, dan beliau duduk di bawah pohon jambu batu. tiba tiba ada sesuatu yang menggigit leher bagian belakangnya, lalu beliau pun meminta tolong pada seseorang disekitarnya untuk melihat ada apa gerangan di lehernya itu. akan tetapi tidak ditemukan apa pun. Setiba di rumah beliau menanggalkan kerudungnya di gantungan kamar, alangkah kagetnya beliau melihat seekor ulat sebesar jari kelingking orang dewasa menempel di bagian dalam kerudungnya itu. Seketika itu juga beliau kaget dan langsung merasakan seluruh tubuhnya gatal-gatal dan kulitnya berubah menjadi tebal seperti permadani. Setelah kejadian itu beliau berobat ke dokter, untuk yang ke sekian kalinya datang ke dokter namun gatal-gatalnya itu tak kunjung sembuh juga. Akhirnya setelah mengikuti terapi Pengobatan Ustad Damiri gatal-gatalnya pun berangsur pulih.







Continue...


SATU HARI DI PERTH

Posted by ade nugraha on 10:00:00 PM 0 comments

Satu Hari di Perth
26 May 2017

Ini pertama kalinya saya melalui udara ke Australi, sebelumnya pada tahun 2012 dan 2013 sering singgah di sekitar wilayah Australi dan New Zealan karena secara kebetulan Kapal Pesiar tempat saya bekerja trip kesana. Salah satu yang paling menonjol ketika berhadapan dengan petugas imigrasi di Australi adalah negara ini sangat ketat dengan rokok. Jadi ceritanya begini, temen saya berbeda sekitar 6 jam keberangkatan dengan trip yang berbeda. Saya tiba di hotel sore, sedangkan temen saya malam. Setelah kami bertemu di malam hari tepat ketika dia tiba di hotel, bahwa rokoknya diambil sebanyak 2 slove marlboro Indonesia, dan hanya disisakan 4 bungkus saja. Temen saya memang belum tahu aturan di Australia, bahwa membawa roko maksimal 50 batang. Singkat cerita, si petugas di bandara itu menawarkan agar membayar denda sebanyak 200$ atau kami sita. Akhirnya teman saya itu pun merelakan rokoknya disita karena uang 200$ bukanlah uang yang kecil. 

Waktu itu di karenakan kapal delay satu hari kami berencana untuk shalat Jumat di Perth setelah satu teman kami menelusuri masjid terdekat di hotel kami menginap Pert Ambasador di jalan Adelaide Terrace.



Setelah sarapan, Sekitar pukul sembilan pagi kami berempat berangkat. Cuaca sangat sejuk dan cerah karena waktu itu sedang musim semi. Suasana kota tidak ramai, hanya beberapa orang saja yang lalu lalang. Ditengah perjalanan kami tertarik sebuah gereja yang sepertinya sangat tua bernama ST. Andrew's Church. Kami pun memulai mengambil foto-foto. Di sebrang gereja ST. Andrew's berdiri juga 3 buah gereja yang saling berdekatan. Saya tidak mengerti mengapa ada 4 gereja yang saling berdekatan. 4 gereja itu terlihat bangunan tua, dan menjadi perhatian kami. 


Kami pun melanjutkan perjalanan. Tujuan utama kami waktu itu adalah Mesjid Perth yang berada di jalan Williams. Dikarenakan teman kami lupa untuk ngescreen shoot peta lokasi yang sudah dia liat waktu di hotel, kami tidak punya patokan yang jelas. Kami pun menanyakan kepada petugas polisi yang berkuda, sangt menarik sekali, mereka patroli dengan kuda yang sangat besar dengan sepatu kuda yang begitu besar juga sehingga banyak menarik perhatian wisatawan. 


Melewati jalan Barrac banyak terdapat toko toko yang sudah buka. Saya melihat ada Asian Cuisin dengan foto ayam penyet ala Indonesia, tapi sayang restorannya masih tutup. Di jalan barac ini juga terdapat toko toko souvenir dan pertukaran mata uang. Kami pun menukar mata uang dolar Amerika kami senilai 60 dolar mendapatkan 70 dolar australi lebih 3,5 dolar. Sistem pembayarannya yaitu dengan menukarkan mata uang berdasarkan aslinya akan tetapi di charge 5 dolar.



Kami pun melanjutkan perjalanan, melintasi rel kereta api melalui jalur trek sepeda. Di sepanjang jalan terdapat pohon yang daunnya seperti daun yang terdapat di bendera Canada, saya pun sempat menanyakan tapi lupa namanya. Daun daun ini sedikit berguguran, berwarna kuning dan memerah. Sungguh indah sekali kota Perth ini, cuaca yang sejuk dan segar cocok sekali untuk jalan pagi atau joging di sekitar kota.


Kami pun melanjutkan perjalanan memasuki sepertina China Townnya Perth. Di jalan William ini banyak sekali terdapat toko toko chinesse. Ada yang berjualan toko kelontong, jg saya temukan mie goreng indofood di dalamnya. Ada yang berjualan daging kiloan. Ada restoran Thailan, restoran Cina, restoran Indonesia, juga ada restoran Vietnam. Dikarenakan perut sudah lapar, kami pun mampir di salah satu restoran vietnam yang baru buka. Kami semua berempat memilih menu yang sama, yaitu Chicked fried and rice dengan minuman es kelapa. Harga Chicked fried and rive 10 dolar australi sedangkan es kelapanya 5 dolar australi. Penyajiannya lumayan cepat dan ga lama kemudian banyak yang berkunjung.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah satu. Mesjid Pert berada di depan restoran vietname yang tadi kita makan. Orang orang sudah banyak berdatangan untuk menunaikan ibadah jumat. Kebetulan besok adalah hari pertama bulan Ramadhan. Perasaan yang sangat luar biasa sekali bisa berjamaah bersama muslim lainnya dari berbagai negeri.Tak terbayangkan apalagi bila umrah atau haji dan bertemu dengan penduduk negara lainnya.






Setelah selesai jumatan kembali saya tidak mau ketinggalan momen yang indah ini saya foto foto kembali. Setelah puas, kami pun kembali pulang dengan jalan yang berbeda, kami pergi ke taman yang saya lupa lama nama tamannya, yang pasti di dalamnya terdapat sebuah gedung Supreme Court of Western Australia dan di sampingnya ada sebuah gedung pemerintahan, sepertinya gedung itu warisan zaman kolonial.





Continue...


KLAIM BPJSTK

Posted by ade nugraha on 4:16:00 PM 0 comments

Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Untuk mencairkan dana JHT anda bisa datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan, bisa juga via online. Sebaiknya datang lebih pagi sebelum jam 08.00 WIB, sebab beberapa kantor membatasi nomor antrean tiap harinya. 

Klaim On line bisa Langsung Klik

Alamat kantor BPJS Ketenagakerjaan kota Bogor adalah Jalan Pemuda No.28 Bogor, 16161 Telepon (0251) 8318179

Dikantor ini melayani baik KTP Kota maupun KTP Kabupaten

Sebelumnya harus mempersiapkan :

1. Foto kopi dan asli kartu BPJSTK
2. Foto kopi dan asli KK
3. Foto kopi dan asli KTP
4. Foto kopi dan asli paklaring perusahaan
5. Membuat buku rekening BJB jika ingin cepat segera cair
6. Siapkan 2 buah materai
7. Melampirkan surat keterangan mengundurkan diri/ surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan tempat bekerja







Continue...


RIWAYAT MAZHAB WALISONGO

Posted by ade nugraha on 5:04:00 AM 0 comments

Riwayat Mazhab Walisongo




Diriwayatkan, bahwa dalam rangka penerapan hukum islam, para guru agama ada yang menganut mazhab Sapi’i, Hanapi, Hambali dan Maliki.

Sultan Demak dan para pembesar serta kepala wilayah dan banyak anggota kepala bersenjata menganut mazhab Hanapi. Adapun Sunan Jati adalah penganut Sapi’i. Begitu juga para putra, menantu, dan keturunannya serta para pembesar dan kepala wilayah yang ada di bawah pengaruh dan kekuasaan Sunan Jati di wilayah Jawa Barat dan di tempat-tempat lainnya lagi. (NKB 1.3. 51-52).

Adapun penganut mazhab Syiah yang disebarkan oleh Syeh Lemah Abang, kebanyakan murid-muridnya berada di Jawa Timur, antara lain Kiyageng Kebo Kenongo, Bupati Pengging, Pangeran Panggung, Sunan Geseng, Ki Lonthan, Ki Datuk Pardun, Ki Jaka Tingkir ialah Sultan Pajang, Kiyageng Butuh, Ki Mas Manca, Ki Gedheng Lemah Putih, Pangerang Jagasatru, Ki Gedheng Tedeng, Ki Anggaraksa, Ki Buyut Kalijaga, Ki Gedheng Sampiran, Ki Gedheng Trusmi, Ki Gedheng Carbon Girang, Pangeran Ccucimanah, Pangeran Carbon, Kibuyut Weru, Ki Buyut Kamlaka, Ki Buyut Truwag, Ki Buyut Tugmudal, Dipati Cangkwang, Pangeran Panjunan, Syeh Duyuskani ialah Pangeran Kajaksan, Pangeran Kejawanan, Dipati Suranenggala, Pangeran Mungsi, Ki Gedheng Ujunggebang, Ki Gedheng Panguragan, Ki Gedheng Ender, Ki Buyut Bojong, Ki Buyut Kedokan,, dan banyak lagi yang lainnya.

Mengenal penganut Hanapi, secara terperinci, disebutkan, yaitu Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sultan Demak Raden Patah, Pangeran Sabrang Lor, Syeh Kuro, Syeh Majagung, Raden Sepat (Arsitek masjid Demak dan Cirebon), Sunan Kudus, Arya Penangsang, Syeh Benthong.

Sunan Kalijaga tadinya penganut Hanapi, namun setelah Syeh Lemah Abang meninggal, ia menjadi penganut Syiah. Juga Pangeran Trenggono, Kiyageng Sela atau Ki Jurumartani, dan Sutawijaya akhirnya menganut Mazhab Syiah.

Dengan demikian, ada tiga mazhab yang banyak penganutnya, yaitu mazhab Hanapi, Syafi’i, dan Syiah. Mazhab Syafei di Cirebon dan Jawa Barat lainnya, sedangkan mazhab Syiah banyak penganutnya di pedalaman Demak dan Jawa Timur, juga di pedalaman Cirebon dan Jawa Barat umumnya. Mazhab Maliki dan Hambali tidak banyak penganutnya.


...

Sumber :

NAGARAKRETABHUMI 1.5 HAL 53 – 54
Oleh : Ayat Rohaedi
Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi) Direktorat Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Bandung 1986

Baca juga Menelusuri Mazhab Walisongo


Continue...


TAK SELAMI LAUTAN

Posted by ade nugraha on 10:15:00 PM 0 comments

TAK SELAMI LAUTAN

Kapal yang bergerak perlahan
Dengan gelombang yang berirama
Dimalam hari kutermenung sendiri
Dilantai Enambelas kapal ini

Aku sesali sungguh
Mengapa aku tak selami lautan
Tuk bertanya pada paus, atau
Sekelompok ikan tuna yang berloncatan

Karena aku ingin tahu
Rahasia luasnya samudra
walau sudah lama sering kita berjumpa
Aku sesali keterbatasanku ini

Lalu kusadari keterbatasanku ini
Aku bukanlah apa apa ...
Aku tidak tahu apa apa ...

Grand Princess
26 Januari 2017
Pukul 19.13 menuju Puerto Vallarta
Continue...


Apa itu Right-Handed Noun Phrase ?

Posted by ade nugraha on 7:00:00 PM 0 comments

Right-Handed noun phrase adalah frasa kata benda dimana kata benda tersebut diletakkan di awal rangkaian lalu diikuti oleh penjelas (modifier). Cara menterjemahkan noun phrase dengan pola ini dimulai dari kata benda itu sendiri (yang paling kiri) dilanjutkan dengan dengan kata-kata yang berada di sebelah kanannya.

Mari kita simak noun phrase dan pola berikut ini :

1. Noun + Prepositional phrase
Cara menterjemahkannya dengan yang harus di- atau untuk di-

Books to read
(Buku-buku yang harus dibaca)

Experience to learn
(Pengalaman untuk dipelajari)

2. Noun + Participle
Dengan pola ini bila kata benda diikuti Verb-ing maka cara menterjemahkannya dengan me- atau yang me-. Sedangkan untuk kata benda yang diikuti verb 3 cara menterjemahkannya dengan ter-, yang ter-, di- atau yang di-

People applying for immigration program should be able to speak a mother tongue at that place
(Orang-orang yang mengajukan program immigrasi ini harus bisa berbahasa bahasa daerah setempat)

Not many people invited came to the party
(Tidak banyak orang yang diundang datang ke pesta)


3. Noun + Adjektive
Cara menerjemahkannya dengan mensisipkan kata yang diantara kata benda dan sifat

The beverage available
(Minuman yang tersedia)

Something irresponsible
(Sesuatu yang tidak bertanggung jawab)


4. Noun + Adverb
Cara menterjemahkannya tanpa adanya penambahan apapun atau pengurangan kata tertentu

The house nearby
(Rumah-rumah ditempat sekitar)

Sources alike
(Sumber-sumber sejenis)

5. Noun + Noun
Phrase dengan pola ini biasanya modifier selalu mendapat awalan the: Noun + the Noun. Cara menterjemarkannya mendapat awalan kata yang

God the Almighty
(Tuhan yang maha kuasa)
Continue...


Smoke from a Spectacular Jets

Posted by ade nugraha on 2:10:00 AM 0 comments

Enjoy the picture




















Continue...


Hordes Cloud

Posted by ade nugraha on 2:05:00 AM 0 comments





Continue...